HAND OUT
MATA
KULIAH :
Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan
Balita
TOPIK : Konsep asuhan neonatus, bayi dan anak balita
SUB
TOPIK : 1.
Mempertahankan suhu normal
2. Pencegahan infeksi
3.
Rawat Gabung
WAKTU : 120 menit
DOSEN : Meilisa, S.SiT
Mahasiswa mampu Menjelaskan Konsep
Dasar Konsep asuhan neonatus, bayi dan anak balita.
1.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Jakarta:
YBP-SP
2.
Saifudin Abdul Bahri. 2010. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal
dan neonatal . Jakarta: YBP_SP
3.
Varney, Hellen. 2009. Asuhan Kebidanan Vol. 2. Jakarta
4.
Vivi. 2010. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Nuha Medika
![]() |
A. Mempertahankan suhu normal bayi
1.
Prinsip umum
a.
Bayi memakai pakaian dan
mengenakan topi
b.
Bungkus bayi dengan pakaian
kering dan lembut kemudian diselimuti
c.
Buka bagian tubuh yang diperlukan
untuk pemantauan atau tindakan
d.
Rawat diruang hangat (tidak
kurang 25℃
dan bebas aliran angin)
e.
Jangan letakkan langsung
dipermukaan yang dingin
f.
Pada waktu dipindahkan ketempat
lain, tetap jaga kehangatan bayi
g.
Berikan tambahan kehangatan pada
waktu dilakukan tindakan (dengan pemancar
panas)
h.
Ganti popok setiap basah
i.
Jangan memandikan atau menyentuh
bayi dengan tangan dingin
2.
Pengukuran suhu tubuh
|
Keadaan bayi
|
Bayi sakit
|
Bayi kecil
|
Bayi sangat kecil
|
Bayi keadaan membaik
|
|
Frekuensi pengukuran
|
Tiap jam
|
Tiap 12 jam
|
Tiap 6 jam
|
Sekali sehari
|
3.
Cara menghangatkan dan
mempertahankan suhu tubuh
a.
Kontak kulit dengan kulit
b.
Kangaroo Mother Care (KMC)
c.
Pemancar panas
d.
Inkubator
e.
Ruangan yang hangat
B. Pencegahan Infeksi
1.
Kewaspadaan pencegahan infeksi
a.
Semua orang berpotensi menularkan
infeksi
b.
Cuci tangan sebelum dan sesudah
merawat bayi
c.
Pakai handscoon
d.
Pakai pelindung diri
e.
Bersihkan dan desinfeksi alat
f.
Bersihkan ruang perawatan pasien
g.
Ruangan khusus untuk bayi yang
terkena infeksi
2.
Cara pencegahan infeksi
a.
Cuci tangan dengan sabun dan air atau
cairan berbasis alkohol (kapan??)
b.
Beri petunjuk pada ibu atau
anggota keluarga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
c.
Cara cuci tangan
d.
Membersihkan tangan dengan cairan
berbasis alkohol ( 2 ml gliserin dan 100 ml alkohol 60%) lebih efektif
3.
Perlengkapan perlindungan pribadi
a.
Sepatu tertutup
b.
Handscoon (Steril, biasa, lateks)
4.
Perawatan umum
a.
Gunakan sarung tangan dan celemek
plastik atau karet waktu memegang BBL sampai dengan kulit bayi bersih dari
darah,mekonium dan cairan.
b.
Bersihkan darah dan cairan tubuh
bayi lainnya dengan menggunakan kapas yang direndam dalam air hangat, kemudian
keringkan
c.
Bersihkan pantat setiap mengganti
popok atau pup
d.
Gunakan sarung tangan waktu
merawat tali pusat
e.
Ajari ibu cara merawat
payudara dan putting agar tidak terjadi
mastitis
5.
Teknik aseptik untuk melakukan
tindakan
1.
Cuci tangan 3-5 menit
2.
Pakai Handscoon steril / DTT
3.
Siapkan kulit gunakan cairan
antiseptik dengan mengerakkan melingkar keluar
Penting:
·
Bedakan cairan antiseptik dan
desinfektan
·
Cara mencegah kontaminasi cairan
antiseptik dan desinfektan
6.
Mengamankan alat dan instrumen
a.
Segera buang alat tajam dengan
memasukkan pada tabung atau kontamer yang tahan tusuk ( jangan mematahkan,
membengkokkan atau mengeluarkan dari
semprit)
b.
Bakar tempat sampah bila sudah
terisi 3/4nya
c.
Bila tidak mungkin membakar
tempat sampah, lakukan dekontaminasi jarum
dan semprit dan dibilas dg clorin 0,5%
3 kali kemudian ditanam
7.
Pembersihan dan pembuangan sampah
a.
Ada jadwal membersihkan alat apa
saja serta kapan dan bagaimana cara membersihkan atau membuang kotoran
b.
Bersihkan dari bawah keatas,
gunakan sarung tangan lateks, tempelkan instruksi khusus tentang cara
membersihkan
c.
Selalu tersedia ember berisi
klorin 0,5 %
d.
Bungkus atau tutup kain linen
yang bersih dan simpan didalam lemari tertutup
e.
Basuh alat dan tempat setelah
digunakan
f.
Yakinkan barang tajam yang
terkontaminasi telah dibakar atau dikubur
8.
Cara lain untuk mencegah infeksi
a.
Ruang dialokasikan jauh dari jalur
yang dilewati orang
b.
Bila mungkin alokasikan ruang
khusus untuk BBL
c.
Yakinkan tenaga kesehatan telah
diimunisasi rubella, campak, Hepatitis B dan parotitis serta mendapatkan vaksin
influenza setiap tahun
d.
Tenagayang punya lesi atau
infeksi tidak boleh berhubungan langsung dg bayi
e.
Pengunjung atau staf yang
menderita infeksi akut tidak boleh masuk ke rg. Bayi resiko tinggi
f.
Hindari staf yang berlebihan atau
kurang. Jangan meletakkan dua bayi dalam boks atau inkubator yg sama
g.
Batasi jumlah tenaga-tenaga yang
menangani bayi
C. Rawat
Gabung
1. Pengertian
Rawat Gabung
Rawat gabung adalah suatu system perawatan ibu dan
anak bersama-sama atau pada tempat yang berdekatan sehingaga memungkinkan
sewaktu waktu, setiap saat ibu tersebut dapat menyusui anaknya. Dalam
pelaksanaanya bayi harus selalu dekat ibunya semenjak dilahirkan.
2. Jenis Rawat Gabung
a.
Rawat gabung purna waktu ( kontinu )
Adalah
cara perawatan di mana ibu dan bayi dirawat bersama-sama secara terus menerus selama
24 jam atau bayi tetap berada di samping ibunya terus menerus.
b.
Rawat gabung penggal waktu ( intermiten )
Adalah
cara perawatan dimana ibu dan bayi dirawat secara terpisah pada saat tertentu.
3. Tujuan Rawat Gabung
a.
Agar bayi segera mendapatkan kolostrum/ASI
b.
Memberikan kesempatan kepada ibu yang baru
melahirkan dan suaminya untuk mendapatkan pengalaman cara merawat bayi segera
sesudah kelahiran.
c.
Stimulasi mental dini dalam tumbuh kembang anak.
4. Syarat / Kriteria Rawat Gabung
a.
Bayi lahir spontan, baik presentasi kepala maupun
bokong.
b.
bila bayi lahir dengan tindakan, maka rawat gabung
dapat dilakukan setelah bayi cukup sehat.
c.
bayi yang lahir dengan SC dengan anastesi umum,
rawat gabung dapat dilakukan segera setelah ibu sadar penuh.
d.
bayi tidak asfiksia setelah 5 menit pertama ( nilai
apgar minimal 7 )
e.
usia kehamilan 37 minggu atau lebih
f.
berat lahir 2500-4000 gram
g.
bayi dan ibu sehat
5. Manfaat Rawat Gabung
Rawat
gabung merupakan cara yang sangat bermanfaat bagi ibu, bayi, keluarga serta RS/
RB.
a.
Manfaat terhadap ibu
1)
manfaat di tinjau dari segi psikologis:
a)
hubungan ibu dan bayi lebih akrab setelah ada
sentuhan fisik.
b)
Memberikan kesempatan kepada ibu cara merawat
sendiri bayi yng baru di lahirkan.
c)
Memberikan rasa percaya diri dan tanggung jawab
ibu.
2)
manfaat ditinjau dari segi fisiki
a)
Involusi berjalan baik
b)
Mempercepat mobilisasi dan ibu akan segera pulih
kembali
3)
Manfaat terhadap bayi
a)
Dengan rawat gabung sentuhan fisik ibu dan bayi
segera terjadi
b)
Memberikan rasa aman dan kasih sayang ibu kepada
bayi
c)
Bayi segera mendapatkan makanan yang sesuai dengan
perkembanganya
6. Pelaksanaan Rawat Gabung
Telah disebutkan sebelumya bahwa program
rawat gabung dan manajemen laktasi sebaiknya disosialisasikan di poliklinik,
diikuti dikamar bersalin dengan melakukan program inisiasi menyusu dini dan
kemudian diruang perawatan dilakukan rawat gabung yang sebenarnya.
Adapun pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan di
tiap-tiap tempat tersebut antara lain :
a.
Di poliklinik
Bidan/perawat dapat melakukan kegiatan
dengan :
1)
Memberikan penyuluhan tentang rawat gabung, tujuan,
manfaat, dll
2)
Memberikan pnyuluhan tentang Asi, perawatan
payudara, gizi ibu hamil, perawatan bayi, dll
3)
Memutar film atau talkshow tentang cara
perawatan payudara, kb, cara memandikan bayi, dll
b.
Di kamar bersalin
1)
Bidan / perawat harus mengetahui criteria bayi baru
lahir yang dapat dilakukan rawat gabung bersama ibunya.
2)
Dalam 1 jam pertama setelah lahir, melalui program
IMD bayi diupayakan untuk berupada menyusu pada payudara ibunya.
3)
Memberikan penjelasan kembali tenang rawat gabung
dan Asi pada ibu dan keluarga.
4)
Mengisi status secara tepat dan benar
c.
Di ruang perawatan
1)
Bayi diletakkan di tempat tidur bayi yang
bersebelahan dengan tempat tidur ibunya
2)
Keadaan umum bayi harus dapat mengenali
keadaankeadaan yang tidak normal pada bayi
3)
Harus dapat dan mau membimbing ibu dalam belajar
menyusui bayinya
4)
Membantu dan mengajarkan ibu perawatan payudara
5)
Bayi tidak boleh diberi susu dengan botol
6)
Memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI,
perawatan bayi, memandikan bayi, merawat tali pusat, gizi, kb, dll
7. Model Pengaturan Ruangan Rawat Gabung
a.
Satu kamar dengan satu ibu dan anaknya ( model
perawatan kelas )
b.
empat sampai lima orang ibu dalam satu kamar dengan
bayi pada kamar lain bersebelahan, dan bayi dapat ditarik keluar dari kamarnya
tanpa si ibu perlu meninggalkan tempat tidurnya
c.
model di mana ibu dan bayi tidur diatas tempat
tidur / kasur yang sama
d.
bayi tidur ditempat tidur bayi yang letaknya di
samping ibu
8. Keuntungan Rawat Gabung
a.
Menggalakkan pemakaian ASI
b.
kontak emosi ibu dan anak lebih dini
c.
ibu dapat segera melaporkan keadaan-keadaan bayi
yang aneh di temuinya
d.
ibu dapat belajar cara merawat bayi
e.
mengurangi ketergantungan ibu pada perawat/ bidan
dan membangkitkan rasa percaya diri yang lebih besar dalam perawatan bayi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar