Selasa, 11 Oktober 2016

KONSEP DASAR ASUHAN NEONATUS



HAND OUT  

MATA KULIAH            :   Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita
TOPIK                          :   Konsep asuhan neonatus, bayi dan anak balita
SUB TOPIK             :   1. Mempertahankan suhu normal
                             2. Pencegahan infeksi
                                        3. Rawat Gabung
WAKTU                        :   120 menit
DOSEN                        :   Meilisa, S.SiT
Text Box: OBYEKTIF PERILAKU SISWA 



          Mahasiswa mampu Menjelaskan Konsep Dasar Konsep asuhan neonatus, bayi dan anak balita.
Text Box: REFERENSI

 



1.     Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Jakarta: YBP-SP
2.    Saifudin Abdul Bahri. 2010. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal . Jakarta: YBP_SP
3.    Varney, Hellen. 2009. Asuhan Kebidanan Vol. 2. Jakarta
4.    Vivi. 2010. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Nuha Medika


Text Box: PENDAHULUAN
 



A.  Mempertahankan suhu normal bayi
1.     Prinsip umum
a.    Bayi memakai pakaian dan mengenakan topi
b.    Bungkus bayi dengan pakaian kering dan lembut kemudian diselimuti
c.    Buka bagian tubuh yang diperlukan untuk pemantauan atau tindakan
d.    Rawat diruang hangat (tidak kurang 25 dan bebas aliran angin)
e.    Jangan letakkan langsung dipermukaan yang dingin
f.    Pada waktu dipindahkan ketempat lain, tetap jaga kehangatan bayi
g.    Berikan tambahan kehangatan pada waktu dilakukan tindakan (dengan  pemancar panas)
h.    Ganti popok setiap basah
i.     Jangan memandikan atau menyentuh bayi dengan tangan dingin
2.    Pengukuran suhu tubuh
Keadaan bayi
Bayi sakit
Bayi kecil
Bayi sangat kecil
Bayi keadaan membaik
Frekuensi pengukuran
Tiap jam
Tiap 12 jam
Tiap 6 jam
Sekali sehari

3.       Cara menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh
a.    Kontak kulit dengan kulit
b.    Kangaroo Mother Care (KMC)
c.    Pemancar panas
d.    Inkubator
e.    Ruangan yang hangat

B.  Pencegahan Infeksi
1.     Kewaspadaan pencegahan infeksi
a.    Semua orang berpotensi menularkan infeksi
b.    Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi
c.    Pakai handscoon
d.    Pakai pelindung diri
e.    Bersihkan dan desinfeksi alat
f.    Bersihkan ruang perawatan pasien
g.    Ruangan khusus untuk bayi yang terkena infeksi
2.    Cara pencegahan infeksi
a.    Cuci tangan dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol (kapan??)
b.    Beri petunjuk pada ibu atau anggota keluarga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
c.    Cara cuci tangan
d.    Membersihkan tangan dengan cairan berbasis alkohol ( 2 ml gliserin dan 100 ml alkohol 60%) lebih efektif
3.    Perlengkapan perlindungan pribadi
a.    Sepatu tertutup
b.    Handscoon (Steril, biasa, lateks)
4.    Perawatan umum
a.    Gunakan sarung tangan dan celemek plastik atau karet waktu memegang BBL sampai dengan kulit bayi bersih dari darah,mekonium dan cairan.
b.    Bersihkan darah dan cairan tubuh bayi lainnya dengan menggunakan kapas yang direndam dalam air hangat, kemudian keringkan
c.    Bersihkan pantat setiap mengganti popok atau pup
d.    Gunakan sarung tangan waktu merawat tali pusat
e.    Ajari ibu cara merawat payudara  dan putting agar tidak terjadi mastitis
5.    Teknik aseptik untuk melakukan tindakan
1.     Cuci tangan 3-5 menit
2.    Pakai Handscoon steril / DTT
3.    Siapkan kulit gunakan cairan antiseptik dengan mengerakkan melingkar keluar
Penting:
·         Bedakan cairan antiseptik dan desinfektan
·         Cara mencegah kontaminasi cairan antiseptik dan desinfektan
6.    Mengamankan alat dan instrumen
a.    Segera buang alat tajam dengan memasukkan pada tabung atau kontamer yang tahan tusuk ( jangan mematahkan, membengkokkan  atau mengeluarkan dari semprit)
b.    Bakar tempat sampah bila sudah terisi 3/4nya
c.    Bila tidak mungkin membakar tempat sampah, lakukan dekontaminasi jarum   dan semprit dan dibilas dg clorin 0,5%  3 kali kemudian ditanam
7.    Pembersihan dan pembuangan sampah
a.    Ada jadwal membersihkan alat apa saja serta kapan dan bagaimana cara membersihkan atau membuang kotoran
b.    Bersihkan dari bawah keatas, gunakan sarung tangan lateks, tempelkan instruksi khusus tentang cara membersihkan
c.    Selalu tersedia ember berisi klorin 0,5 %
d.    Bungkus atau tutup kain linen yang bersih dan simpan didalam lemari tertutup
e.    Basuh alat dan tempat setelah digunakan
f.    Yakinkan barang tajam yang terkontaminasi telah dibakar atau dikubur
8.    Cara lain untuk mencegah infeksi
a.    Ruang dialokasikan jauh dari jalur yang dilewati orang
b.    Bila mungkin alokasikan ruang khusus untuk BBL
c.    Yakinkan tenaga kesehatan telah diimunisasi rubella, campak, Hepatitis B dan parotitis serta mendapatkan vaksin influenza setiap tahun
d.    Tenagayang punya lesi atau infeksi tidak boleh berhubungan langsung dg bayi
e.    Pengunjung atau staf yang menderita infeksi akut tidak boleh masuk ke rg. Bayi resiko tinggi
f.    Hindari staf yang berlebihan atau kurang. Jangan meletakkan dua bayi dalam boks atau inkubator yg sama
g.    Batasi jumlah tenaga-tenaga yang menangani bayi





C.  Rawat Gabung
1.    Pengertian Rawat Gabung
Rawat gabung adalah suatu system perawatan ibu dan anak bersama-sama atau pada tempat yang berdekatan sehingaga memungkinkan sewaktu waktu, setiap saat ibu tersebut dapat menyusui anaknya. Dalam pelaksanaanya bayi harus selalu dekat ibunya semenjak dilahirkan.
2.    Jenis Rawat Gabung
a.    Rawat gabung purna waktu ( kontinu )
Adalah cara perawatan di mana ibu dan bayi dirawat bersama-sama secara terus menerus selama 24 jam atau bayi tetap berada di samping ibunya terus menerus.
b.    Rawat gabung penggal waktu ( intermiten )
Adalah cara perawatan dimana ibu dan bayi dirawat secara terpisah pada saat tertentu.
3.    Tujuan Rawat Gabung
a.    Agar bayi segera mendapatkan kolostrum/ASI
b.    Memberikan kesempatan kepada ibu yang baru melahirkan dan suaminya untuk mendapatkan pengalaman cara merawat bayi segera sesudah kelahiran.
c.    Stimulasi mental dini dalam tumbuh kembang anak.
4.    Syarat / Kriteria Rawat Gabung
a.    Bayi lahir spontan, baik presentasi kepala maupun bokong.
b.    bila bayi lahir dengan tindakan, maka rawat gabung dapat dilakukan setelah bayi cukup sehat.
c.    bayi yang lahir dengan SC dengan anastesi umum, rawat gabung dapat dilakukan segera setelah ibu sadar penuh.
d.    bayi tidak asfiksia setelah 5 menit pertama ( nilai apgar minimal 7 )
e.    usia kehamilan 37 minggu atau lebih
f.    berat lahir 2500-4000 gram
g.    bayi dan ibu sehat
5.    Manfaat Rawat Gabung
 Rawat gabung merupakan cara yang sangat bermanfaat bagi ibu, bayi, keluarga serta RS/ RB.
a.    Manfaat terhadap ibu
1)    manfaat di tinjau dari segi psikologis:
a)    hubungan ibu dan bayi lebih akrab setelah ada sentuhan fisik.
b)   Memberikan kesempatan kepada ibu cara merawat sendiri bayi yng baru di lahirkan.
c)    Memberikan rasa percaya diri dan tanggung jawab ibu.
2)   manfaat ditinjau dari segi fisiki
a)    Involusi berjalan baik
b)   Mempercepat mobilisasi dan ibu akan segera pulih kembali
3)   Manfaat terhadap bayi
a)    Dengan rawat gabung sentuhan fisik ibu dan bayi segera terjadi
b)   Memberikan rasa aman dan kasih sayang ibu kepada bayi
c)    Bayi segera mendapatkan makanan yang sesuai dengan perkembanganya
6.    Pelaksanaan Rawat Gabung
 Telah disebutkan sebelumya bahwa program rawat gabung dan manajemen laktasi sebaiknya disosialisasikan di poliklinik, diikuti dikamar bersalin dengan melakukan program inisiasi menyusu dini dan kemudian diruang perawatan dilakukan rawat gabung yang sebenarnya.
Adapun pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan di tiap-tiap tempat tersebut antara lain :
a.    Di poliklinik
     Bidan/perawat dapat melakukan kegiatan dengan :
1)    Memberikan penyuluhan tentang rawat gabung, tujuan, manfaat, dll
2)   Memberikan pnyuluhan tentang Asi, perawatan payudara, gizi ibu hamil, perawatan bayi, dll
3)   Memutar film  atau talkshow tentang cara perawatan payudara, kb, cara memandikan bayi, dll
b.    Di kamar bersalin
1)    Bidan / perawat harus mengetahui criteria bayi baru lahir yang dapat dilakukan rawat gabung bersama ibunya.
2)   Dalam 1 jam pertama setelah lahir, melalui program IMD bayi diupayakan untuk berupada menyusu pada payudara ibunya.
3)   Memberikan penjelasan kembali tenang rawat gabung dan Asi pada ibu dan keluarga.
4)   Mengisi status secara tepat dan benar
c.    Di ruang perawatan
1)    Bayi diletakkan di tempat tidur bayi yang bersebelahan dengan tempat tidur ibunya
2)   Keadaan umum bayi harus dapat mengenali keadaankeadaan yang tidak normal pada bayi
3)   Harus dapat dan mau membimbing ibu dalam belajar menyusui bayinya
4)   Membantu dan mengajarkan ibu perawatan payudara
5)   Bayi tidak boleh diberi susu dengan botol
6)   Memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI, perawatan bayi, memandikan bayi, merawat tali pusat, gizi, kb, dll
7.    Model Pengaturan Ruangan Rawat Gabung
a.    Satu kamar dengan satu ibu dan anaknya ( model perawatan kelas )
b.    empat sampai lima orang ibu dalam satu kamar dengan bayi pada kamar lain bersebelahan, dan bayi dapat ditarik keluar dari kamarnya tanpa si ibu perlu meninggalkan tempat tidurnya
c.    model di mana ibu dan bayi tidur diatas tempat tidur / kasur yang sama
d.    bayi tidur ditempat tidur bayi yang letaknya di samping ibu
8.    Keuntungan Rawat Gabung
a.    Menggalakkan pemakaian ASI
b.    kontak emosi ibu dan anak lebih dini
c.    ibu dapat segera melaporkan keadaan-keadaan bayi yang aneh di temuinya
d.    ibu dapat belajar cara merawat bayi
e.    mengurangi ketergantungan ibu pada perawat/ bidan dan membangkitkan rasa percaya diri yang lebih besar dalam perawatan bayi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar